Macam-Macam Jaringan
Tubuh kita terdiri dari empat kelompok jaringan yang
masing-masing terdiri dari berbagai jenis jaringan. Jaringan-jaringan yang
terdapat pada manusia juga terdapat pada hewan. Adapun jaringan-jaringan
tersebut adalah :
1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel terdiri dari sel-sel epitel yang
berikatan satu sama lain dan membentuk lembaran jaringan yang membungkus dan
membatasi berbagai organ tubuh. Jaringan epitel terbagi tiga, yaitu :
Epitelium Pipih
Epitelium pipih memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Sel berbentuk bulat
- Sitoplasma sel atau plasma sel (bagian yang tersusun
dari air yang terletak di luar nukleus, tetapi berada di dalam selaput
plasma(bagian yang mengatur keluar masuknya zat)) berwarna jernih
- Inti sel atau nukleus (pusat pengatur seluruh
kegiatan sel yang memiliki anak inti (nukleolus) di dalamnya) berbentuk bulat
dan terletak pada bagian pusat.
- Sel terletak pada bagian yang terselubung yang
bersifat permeabel (dapat ditembus oleh suatu partikel) yang mana merupakan
bagian yang dilalui molekul atau ion terlarut.
Epitelium pipih terbagi menjadi dua, yaitu :
- Epitelium pipih berlapis tunggal
Letak epitelium pipih berlapis tunggal, yaitu :
a. Pembuluh darah dan limfa (getah bening)
b. Kapsul glomerulus atau kapsul Bowman (struktur
kantong yang membungkus glomerulus (pembuluh darah yang sangat kecil yang
berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urin) yang terletak pada
nefron ginjal)
c. Alveolus (struktur berongga yang terdapat pada
parenkim (dasar) paru-paru yang merupakan ujung dari saluran pernafasan di mana
kedua sisi merupakan tempat pertukaran udara dengan darah)
d. Saluan kecil kelenjar
e. Selaput bagian dalam telinga
f. Peritoneum (lembaran tipis kontinu
(berkelanjutan/berkesinambungan) jaringan atau membran yang melapisi rongga
perut dan panggul dan mencakup permukaan organ yang ditemukan di dalamnya)
g. Pleura (lapisan yang melapisi permukaan rongga
pleura yang berisi cairan yang terdiri dari pleura viseral (melapisi paru-paru
sampai ke celah interlobus) dan pleura parietal (melapisi dinding toraks
(bagian yang tersusun dari tulang dada, ruas tulang belakang dan tulang rusuk),
sisi lateral mediastinum, membran suprapleura, thoracic inlet dan diafragma
sisi toraks))
Epitelium pipih berlapis tunggal berfungsi sebagai
tempat berdifusinya (mengalirnya zat pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi
ke bagian berkonsentrasi rendah) oksigen dan karbondioksida, serta sebagai tempat
filtrasi (penyaringan) darah.
- Epitelium pipih berlapis banyak
Letak epitelium pipih berlapis banyak, yaitu :
a. Epidermis (lapisan terluar dari kulit)
b. Vagina
c. Esofagus (kerongkongan)
d. Anus
e. Ujung distal uretra (ujung yang jauh dari saluran
yang menghubungkan kantung kemih dengan lingkungan luar tubuh)
Epitelium pipih berlapis banyak berfungsi untuk
memproteksi bagian-bagian tersebut.
Epitelium Kubus
Epitelium kubus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Sel berbentuk kubus
- Sitoplasma sel berwarna jernih dan mengandung
butiran-butiran
- Inti sel berbentuk bulat, besar dan terletak pada
bagian tengah
- Permukaan bebas
- Bagian ujung berbentuk poligonal dengan jarak sel
yang berdekatan
Epitelium kubus terbagi dua, yaitu :
- Epitelium kubus berlapis tunggal
Letak epitelium kubus berlapis tunggal, yaitu :
a. Permukaan ovarium
b. Permukaan lensa mata
c. Epitel berpigmen retina (lapisan sel yang
berbatasan dengan koroid (lapisan pembuluh darah pada mata yang terletak antara
retina dan sklera (lapisan luar mata yang berwarna putih, berserat, tembus
cahaya, elastis dan mengandung kolagen (protein peyusun tubuh manusia)) yang
mendasarinya)
d. Tubula ginjal (tabung kecil pada ginjal)
Epitelium kubus berlapis tunggal berfungsi untuk
mensekresikan (membuang) getah dan mengabsorpsi (menyerap) sel.
- Epitelium kubus berlapis banyak yang terletak pada
saluran kelenjar keringat, kelenjar minyak, testis dan indung telur. Epitelium
kubus berlapis banyak berfungsi mensekresikan bagian-bagian tersebut.
Epitelium Silindris
Epitelium silindris disebut juga epitel batang atau
kolumnar. Epitelium silindris memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Sel berbentuk batang
- Sitoplasma berwarna jernih dan mengandung butiran-butiran
hasil sekresi di dalam vakuola (organel sel yang mengandung cairan berupa air
dan zat-zat terlarut, seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam dan
basa)
- Inti sel berbentuk bulat dan terletak pada bagian
dasar sel
- Permukaan bebas
- Selaput plasma atau membran sel bertekstur licin
karena ditutupi oleh sekresi lendir
- Memiliki mikrovili (bagian dari sel yang berfungsi
untuk sekresi, penyerapan dan penempelan seluler atau adhesi) dan silia (bulu
getar).
Epitelium silindris terbagi tiga, yaitu :
- Epitelium silindris berlapis tunggal
Letak epitelium silindris berlapis tunggal, yaitu :
a. Lambung
b. Jonjot usus (lipatan yang terdapat dalam penyerapan
usus atau ileum)
c. Kelenjar pencernaan
d. Kantong empedu ((organ berbentuk buah pir yang
dapat menyimpan 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan).
Empedu adalah cairan bersifat basa yang pahit dan
berwarna hijau kekuningan karena mengandung pigmen bilirubin, biliverdin dan
urobilin yang disekresikan oleh hepatosit hati (sel parenkimal (dasar) utama
pada hati yang berperan dalam banyak lintasan metabolisme dan memiliki bobot
sekitar 80 % dari massa hati dan inti sel baik tunggal maupun ganda).
e. Uterus (rahim) dan salurannya
f. Saluran pernafasan bagian atas
Epitelium silindris berlapis tunggal berfungsi untuk
sekresi, absorpsi, proteksi, meminyaki, melicinkan, memindahkan zat,
membersihkan zat asing.
- Epitelium silindris berlapis semu yang terletak pada
saluran pernafasan, saluran pernafasan, saluran reproduksi pria dan saluran
ekskresi. Epitelium silindris berlapis semu berfungsi untuk proteksi dan
sekresi.
- Epitelium silindris berlapis banyak yang terletak
pada laring (kotak suara), langit-langit mulut yang lunak, hulu faring
(tenggorokan), saluran kelenjar ludah, kelenjar usus dan uretra. Epitelium
silindris berlapis banyak berfungsi untuk sekresi dan pergerakan.
Epitelium Transisional
Epitelium transisional memiliki sel berbentuk bulat,
besar, pipih dan elastis. Epitelium transisional terletak pada ginjal, ureter
(saluran dari ginjal yang menuju Vasica Urinearia (kantung kemih) yang berperan
dalam proses pembentukan dan pembuangan sisa metabolisme dan kelebihan cairan
dalam bentuk urin), uretra dan kantung kemih.
Epitelium transisional berfungsi untuk menerima
rangsangan, sehingga disebut juga epitel sensori atau neuroepitelium yang
banyak terdapat pada alat indra.
2. Jaringan Embrional
Jaringan embrional adalah jaringan muda yang
sel-selnya dapat membelah. Pada hewan jaringan embrional dapat terdiri dari dua
(diploblastik) maupun tiga lapisan, sedangkan pada manusia jaringan embrional
terdiri dari tiga lapisan (triploblastik).Adapun tiga lapisan jaringan
embrional yang terdapat pada hewan maupun manusia, antara lain :
- Ekstoderm adalah lapisan luar
- Mesoderm adalah lapisan tengah
- Entoderm adalah lapisan dalam
3. Jaringan Otot
Jaringan otot terbagi tiga, yaitu :
Jaringan Otot Polos
Jaringan otot polos memiliki ciri-ciri sebagai berikut
:
- Sel berbentuk serabut atau kumparan
- Inti sel terdiri dari satu dan terletak pada bagian
tengah
- Tidak bergaris-garis atau polos
- Dapat bekerja dengan sendirinya karena pengaruh
saraf otonom
Jaringan otot polos terletak pada dinding saluran
alat-alat dalam, kulit, pembuluh getah bening dan pembuluh darah. Jaringan ini
berfungsi memberikan gerakan yang tidak disadari dan mengatur diameter pembuluh
darah.Jaringan ini bereaksi lambat terhadap rangsangan, tetapi teratur.
Jaringan Otot Lurik (Otot Rangka)
Jaringan otot lurik memiliki ciri-ciri sebagai berikut
:
- Sel berbentuk silindris
- Inti sel berjumlah banyak dan terletak pada bagian
tepi
- Bergaris-garis
- Gerakannya diatur oleh manusia maupun hewan
Jaringan otot lurik terletak pada seluruh bagian
rangka. Jariangan ini berfungsi untuk menggerakan rangka dan melindungi rangka
dari benturan. Jaringan ini bereaksi sangat cepat terhadap rangsangan.
Jaringan Otot Jantung (Miokardium)
Jaringan otot jantung memiliki ciri-cici sebagai
berikut :
- Sel berbentuk silindris
- Inti sel berjumlah banyak dan terletak pada bagian
tengah
- Bergaris-garis
- Dapat bekerja dengan sendirinya karena pengaruh
saraf otonom
- Bercabang (sinsitium)
Jaringan otot jantung terletak pada dinding jantung.
Jaringan ini berfungsi untuk menimbulkan tenaga yang digunakan untuk memompa
darah. Jaringan ini bereaksi lambat terhadap rangsangan.
4. Jaringan Pengikat
Jaringan pengikat disebut juga jaringan penunjang atau
penyokong. Jaringan pengikat terdiri dari :
Jaringan Lemak
Jaringan lemak disebut juga jaringan adiposa.
Ciri-ciri jaringan lemak :
- Terdiri dari sel-sel lemak yang tersusun longgar
- Sel berbentuk bulat
- Dinding sel tipis
- Pada bagian dalam terdapat rongga yang berisi penuh
tetesan lemak
- Disokong oleh serabut kolagen.
Jaringan lemak terletak pada bagian bawah lapisan
kulit, di sekitar ginjal dan pada sumsum tulang panjang. Jaringan ini berfungsi
untuk cadangan makanan, bantalan lemak dan melindungi tubuh dari kehilangan
panas.
Jaringan Ikat
Pada masa pembentukan embrio terdapat jaringan
mesenkim yang merupakan asal mula perkembangan jaringan ikat pada tubuh yang
berasal dari mesoderm (sel-sel pada lapisan tengah embrio). Jaringan ikat
terbagi dua, yaitu :
- Jaringan ikat longgar (jaringan areolar) yang
terletak di sekitar organ, pembungkus pembuluh darah dan saraf. Sel pada
jaringan ini berbentuk panjang. Matriks (jaringan-jaringan serabut yang melekat
dalam bahan dasar berupa cairan, gel atau solid) pada jaringan ini mengandung
serabut kolagen dan serabut elastin (protein pada kulit yang berperan untuk
menjaga fleksibilitas dan kekencangan kulit).
Jaringan ini berfungsi untuk membungkus organ tubuh,
pembuluh darah dan saraf, menyatukan beberapa jaringan dengan membentuk tendon
(jaringan lunak berupa kolagen, protein berserat yang menghubungkan otot dengan
tulang) dan ligamen (pita-pita keras yang menghubungkan antar tulang), serta
melindungi tubuh dari luka, panas dan infeksi.
Bagian yang termasuk ke dalam jaringan ikat longgar,
yaitu :
a. Fibrolas (sel yang bentuknya telah diaktivasi yang
berfungsi untuk mensintesis matriks ekstraseluler, seperti serabut kolagen,
serabut elastin dan zat-zat amorf)
b. Fibrosit (sel yang bentuknya kurang aktif, tetapi
memiliki fungsi yang sama dengan fibrolas)
c. Sel plasma (jenis sel darah putih yang menghasilkan
antibodi)
d. Makrofag (jenis sel darah putih yang berperan untuk
membersihkan tubuh dari partikel mikroskopis yang tidak diinginkan seperti
bakteri dan sel-sel mati)
e. Berbagai sel darah putih.
- Jaringan ikat padat atau liat yang terletak pada
selaput urat, selaput pembungkus otot/fasia, ligamen dan tendon. Jaringan ini
terbuat dari serabut kolagen berwarna putih. Jaringan ini tidak bersifat
elastis. Jaringan ini berfungsi untuk menghubungkan organ tubuh, serta
memberikan sokongan dan perlindungan terhadap organ tubuh.
Catatan :
- Pada kulit terdapat jaringan ikat longgar yang disebut jaringan subkutan yang terdapat pada lapisan terdalam kulit manusia (hipodermis).
- Jaringan ikat yang membungkus otot disebut jaringan endomisium.
- Jaringan ikat yang tumbuh secara berlebihan pada kulit bekas luka/tumbuh di atas luka untuk memperbaiki dan melindungi luka disebut jaringan keloid.
Jaringan Tulang Keras (Osteon)
Ciri-ciri jaringan tulang keras :
- Terdiri dari sel-sel tulang dan matriks
- Matriks tersusun atas zat kolagen dan endapan kapur
- Bentuk saluran memanjang dan saling berhubungan
(Kanalis Haversi)
Jaringan tulang keras terletak pada seluruh rangka.
Jaringan ini berfungsi sebagai alat gerak pasif, penyokong, tempat melekatnya
otot dan melindungi organ tubuh yang lemah.
Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Ciri-ciri jaringan tulang rawan :
- Banyak mengandung matriks dengan rongga (lakuna)
yang mengandung sel tulang rawan (kondrosit)
- Memiliki selaput pembungkus yang disebut
Perikondrium.
Jaringan tulang rawan terbagi tiga, yaitu :
Kartilago Hialin
Kartilago hialin memiliki matriks berwarna bening
kebiruan. Kartilago hialin terletak pada permukaan tulang sendi, laring, batang
tenggorokan dan ujung tulang rusuk. Kartilago hialin berfungsi untuk membantu
pergerakan sendi, menguatkan saluran pernafasan dan memungkinkan tulang dapat
memanjang.
Kartilago Fibrosa
Kartilago fibrosa memiliki martiks berwarna gelap dan
serabut kolagen yang sejajar. Kartilago fibrosa terletak pada perlekatan
ligamen, persendian tulang pinggang, pertautan tulang kemaluan dan cakram antar
ruas tulang belakang. Kartilago fibrosa berfungsi untuk memberikan proteksi dan
penyokong.
Kartilago Elastin
Kartilago elastin memiliki matriks berwarna keruh
kekuningan dan serabut kolagen yang berstruktur seperti jala. Kartilago elastin
terletak pada daun telinga, epiglotis (susunan tulang rawan yang terletak di
belakang lidah dan terletak di depan laring) dan pembuluh eustachius (bagian
dari saluran eustachius (bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga hidung
dan tenggorokan) yang berfungsi untuk mengurangi tekanan udara pada bagian
telinga tengah agar tekanan udara yang berada di dalam dan di luar telinga
menjadi seimbang, sehingga gendang telinga tidak rusak). Kartilago elastin
berfungsi untuk penyokong dan fleksibilitas organ.
Jaringan Darah
Jaringan darah terdiri dari sel-sel darah, plasma
darah dan keping darah. Jaringan darah terletak pada pembuluh darah dan
jantung. Jaringan darah berfungsi untuk pengangkutan sari makanan, hormon dan
zat-zat sisa metabolisme sel, serta berperan untuk proteksi terhadap infeksi
kuman. Jaringan limfoid termasuk jaringan darah yang mengandung sel-sel
limfosit (sel darah putih yang inti selnya berbentuk bulat oval, tidak dapat
bergerak dan bersifat fagosit).
Jaringan Limfa (Getah Bening)
Jaringan limfa tersusun atas dua komponen, yaitu :
- Komponen utama adalah air yang di dalamnya terlarut
glukosa, lemak dan garam
- Komponen seluler adalah limfosit (sel darah putih
yang menjaga sistem kekebalan tubuh) dan granulosit (sel darah putih yang
melepaskan bahan kimia beracun untuk membunuh mikroorganisme dan memediasi
reaksi alergi)
Jaringan limfa terletak di luar pembuluh darah dan di
dalam pembuluh limfa. Jaringan limfa berfungsi untuk mengangkut cairan
jaringan, protein, lemak, garam dan mineral.
Jaringan Saraf
Ciri-ciri jaringan saraf :
- Tersusun atas sel saraf atau neuron
- Sel-selnya bercabang
- Bersifat iritabilitas (peka terhadap rangsangan) dan
konduktivitas (menghantarkan rangsangan)
Jaringan saraf terletak pada otak, medulla spinalis
atau spinal cord (jaringan saraf berbentuk seperti kabel putih yang memanjang
dari medulla oblongata turun melalui tulang belakang dan bercabang ke seluruh
bagian tubuh), otot dan sumsum tulang belakang. Jaringan saraf berfungsi untuk
menerima dan menghantarkan rangsangan.
Keterangan : Medulla oblongata adalah bagian dari otak
tengah yang mengontrol fungsi otonomik, seperti pernafasan, pencernaan,
jantung, pembuluh darah, menelan dan bersin. Di antara otak tengah dan medulla
oblongata terdapat pons yang berisi serabut saraf. Berdasarkan letaknya, pons
berfungsi untuk menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang, serta
menghubungkan otak kecil kiri dan kanan.
Jaringan Endotel
Jaringan endotel adalah jaringan penutup yang menutupi
tubuh bagian dalam yang tidak berhubungan dengan udara. Struktur susunan
jaringan endotel sama dengan jaringan epitel. Jaringan endotel terletak pada
pembuluh darah, pembuluh limfa dan jantung dinding bagian dalam.
Jaringan Endometrium
Jaringan endometrium adalah jaringan yang terdapat di
dalam rahim. Jaringan endometrium menebal saat siklus mensturasi. Hal ini
menyebabkan darah mengendap dan tidak dapat keluar karena jaringan endometrium
menjadi tumbuh di luar rahim. Jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim
menyebabkan kemandulan (endometriosis) dan nyeri panggul.
Darah yang mengendap dapat menyebabkan iritasi pada
jaringan di sekitarnya, sehingga terbentuklah jaringan parut (jaringan bekas
iritasi).
Macam-Macam Pembuluh Darah
Umumnya, pembuluh darah berfungsi untuk menghangatkan
suhu tubuh. Pembuluh darah terbagi tiga, yaitu :
Pembuluh Arteri
Pembuluh arteri disebut juga pembuluh nadi. Pembuluh
arteri berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Ciri-ciri pembuluh arteri :
- Memiliki dinding yang tebal dan elastis, sehingga
mampu menahan tekanan darah dari jantung.
- Memiliki diameter terbesar sekitar 20 mm pada bagian
aorta (pembuluh arteri yang berpangkal pada bilik kiri dan kanan jantung).
Aorta disebut juga pembuluh arteri utama. Cabang dari aorta disebut arteri.
Aorta dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Batang nadi (trunkus aorta) yang mengangkut darah
dari bilik kiri jantung yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.
b. Nadi besar paru-paru (arteria pulmonales) yang
mengangkut darah dari bilik kanan jantung yang kaya karbondioksida untuk
dikeluarkan melalui lubang hidung.
- Memiliki cabang-cabang yang berhubungan dengan
pembuluh kapiler (arteriole), hingga ukuran yang terkecil sekitar 0,2 mm.
- Pada bagian arteriole memiliki cabang-cabang yang
berukuran lebih kecil yang disebut kapiler.Ujung-ujung kapiler berhubungan dengan
sel-sel tubuh.
- Dilapisi oleh jaringan endotel.
- Memiliki katup valvula semilinaris yang terletak
dekat jantung. Katup tersebut berfungsi untuk menjaga agar darah tidak kembali
lagi ke jantung.
- Tersusun dari jaringan ikat pada lapisan luar, otot polos
pada lapisan tengah dan endotelium pada lapisan dalam.
- Mengandung darah yang kaya oksigen, kecuali arteri
pulmonalis yang mengandung darah yang kaya karbondioksida.
- Denyutnya dapat dirasakan pada bagian pergelangan
tangan dan leher oleh tangan manusia.
- Dapat memancarkan darah apabila terluka karena
tekanan pada pembuluh ini sangat kuat.
- Memiliki saluran yang sempit karena berdinding
tebal.
Apabila terjadi penimbunan senyawa-senyawa lemak pada
dinding arteri akan menyebabkan atherosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh dan
hilangnya kekenyalan dinding arteri.
Pembuluh arteri terbagi empat, yaitu :
1. Arteri Pulmonalis adalah pembuluh yang dilewati
darah dari ventrikel (ruang pada jantung yang berukuran lebih besar dari atrium/serambi/bilik)
kanan menuju paru-paru.
2. Arteri Koronaria adalah pembuluh yang merupakan
percabangan aorta yang berfungsi membawa darah dari ventrikel kiri menuju
jantung bagian atrium kanan.
3. Arteri Anterior adalah pembuluh yang merupakan
percabangan aorta yang membawa darah menuju bagian atas tubuh.
4. Arteri Posterior adalah pembuluh yang merupakan
percabangan aorta yang membawa darah menuju bagian bawah tubuh.
Dinding pembuluh arteri terdiri dari tiga lapisan,
yaitu :
a. Tunica Adventitia (lapisan luar) yang terdiri dari
jaringan ikat serta serat kolagen. Lapisan ini bersifat elastis, sehingga dapat
merenggang dan mencegah overexpansion (ekspansi (melebar/membesar) yang
berlebihan) karena tekanan dari aliran darah.
b. Tunica Media (lapisan tengah) yang terdiri dari
otot polos dan serat elastis. Lapisan ini lebih tebal daripada lapisan dalam.
c. Tunica Intima (lapisan dalam) yang terdiri dari
membran elastis dan endotelium halus yang ditutupi oleh jaringan elastis.
Pembuluh Vena
Pembuluh Vena disebut juga pembuluh balik. Pembuluh
vena berfungsi untuk membawa darah dari seluruh tubuh menuju jantung.
Ciri-ciri pembuluh vena :
- Memiliki dinding yang tipis dan kurang
elastis.
- Terletak dekat permukaan kulit.
- Berwarna kebiruan.
- Memiliki cabang-cabang yang berhubungan dengan
pembuluh kapiler (venule) dengan diameter 0,2 mm.
- Pada bagian venule membentuk cabang-cabang yang
berukuran lebih kecil yang disebut kapiler.
- Memiliki lubang pembuluh yang lebih besar daripada
lubang pada pembuluh arteri.
- Memiliki katup di sepanjang pembuluh untuk menjaga
agar darah tidak berbalik arah.
- Aliran darah banyak disebabkan oleh kontraksi
otot-otot di sekitarnya.
- Denyutnya tidak bisa dirasakan oleh tangan manusia.
- Tidak akan memancarkan darah apabila terluka karena
tekanan pada pembuluh ini cukup lemah.
- Memiliki saluran yang luas karena berdinding tipis.
- Darah dari venule akan dibawa menuju vena. Dari
vena, darah akan dibawa menuju vena cava yang berhubungan langsung dengan
jantung.
Vena cava terbagi tiga, yaitu :
1. Vena Cava Pulmonalis adalah pembuluh yang membawa
darah yang kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung melalui atrium kiri
jantung.
2. Vena Cava Superior (Pembuluh Balik Besar Atas)
adalah pembuluh yang membawa darah yang kaya karbondioksida dari kepala dan
tangan menuju atrium kanan jantung.
3. Vena Cava Inferior (Pembuluh Balik Besar Bawah)
adalah pembuluh yang membawa darah yang kaya karbondioksida dari bagian bawah
tubuh dan kaki menuju atrium kiri jantung.
Vena cava superior dan vena cava inferior disebut
sebagai vena sistemik.
Berdasarkan letaknya pembuluh vena terbagi dua, yaitu
:
1. Vena Cutanea adalah pembuluh vena yang terletak di
bawah permukaan kulit.
2. Vena Dalam (Deep Vein) adalah pembuluh vena yang
terletak lebih dalam, biasanya berdekatan dengan pembuluh arteri.
Pada tungkai (kaki) terdapat tiga sistem vena, yaitu :
1. Vena Superfisial (vena dangkal) adalah pembuluh
vena yang terletak di bawah kulit dan mudah terlihat pada permukaan kulit. Vena
superfisial terbagi dua, yaitu :
- · Vena Safena Magna adalah pembuluh vena terpanjang di dalam tubuh (dari mata kaki sampai fossa ovalis (bagian dalam atrium kanan jantung pada tingkat septum interatrial (dinding jaringan yang memisahkan atrium kanan dan kiri)).
- · Vena Safena Parva adalah pembuluh vena yang terletak di antara tendon achiles (tendon besar di belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot besi dengan tulang tumit) dan melleolus lateralis (bagian menonjol di sisi pergelangan kaki yang dibentuk oleh ujung bawah fibula (tulang panjang di samping tulang kering (tibia) yang menghubungkan lutut dengan pergelangan kaki)).
2. Vena Profunda (vena dalam) adalah pembuluh vena yang berjalan sejajar atau berada dekat dengan pembuluh arteri.
3. Vena Komunikans adalah sistem vena penghubung
antara vena superfisial dan vena profunda.
Ketiga sistem vena ini memiliki katup yang menghadap
ke arah jantung. Dara sistem vena superfisial akan mengalir ke sistem vena
profunda melalui vena komunikans.
Bila katup vena komunikans tidak berfungsi dengan
baik, maka aliran darah akan berbalik, sehingga tekanan pada vena superfisial
menjadi tinggi dan akan menimbulkan varises pada kaki.
Dinding pembuluh vena terdiri dari tiga lapisan, yaitu
:
a. Tunica Adventitia (lapisan luar) yang terdiri dari
jaringan ikat kolagen dan serat elastis. menempel pada jaringan sekitar
pembuluh darah.
b. Tunica Media (lapisan tengah) yang terdiri dari
otot polos yang melingkar. Lapisan tengah pada vena tidak terlalu tebal seperti
lapisan tengah pada arteri. Tunica media dapat mempengaruhi tekanan darah
seseorang karena adanya kontraksi otot.
c. Tunica Intima (lapisan dalam) yang terdiri dari sel
epitel skuamosa (sel epitel yang paling tipis dan datar daripada sel epitel
lainnya) dan dikelilingi oleh jaringan ikat kolagen dan serat elastis.
Anastomosis Arteriovenosa adalah hubungan antara
pembuluh arteri dan pembuluh vena. Hubungan ini tersebar di seluruh tubuh,
biasanya terdapat pada pembuluh darah kecil yang berfungsi mengatur sirkulasi
pada daerah tersebut, misalnya jari, kuku dan telinga. Anastomosis
arteriovenosa juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh.
Pembuluh Kapiler
Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang berukuran sangat
kecil yang merupakan percabangan dari pembuluh arteri dan pembuluh vena.
Ujung-ujung pembuluh kapiler saling bertautan dan membentuk percabangan yang
rumit. Pada pembuluh kapiler terjadi pertukaran gas, zat-zat makanan, serta
hasil ekskresi dengan jaringan yang berada di sekelilingnya.
Pembuluh kapiler memiliki spingter prakapiler yang
berfungsi untuk menyesuaikan aliran darah yang masuk ke pembuluh kapiler.
Apabila spingter prakapiler berkontraksi, pembuluh
kapiler akan tertutup dan aliran darah yang masuk menjadi berkurang.
Apabila spingter prakapiler berelaksasi, pembuluh
kapiler akan terbuka dan darah akan mengalir masuk ke dalam pembuluh kapiler.
Ciri-ciri pembuluh kapiler :
- Dinding sel bersifat permeabel, sehingga cairan
tubuh dan zat-zat terlarut dapat keluar masuk melalui dinding sel.
- Terdapat lubang yang berukuran sempit, sehingga sel
darah merah akan rusak apabila melewatinya.
- Dapat menyempit apabila suhu udara rendah
- Dapat membesar apabila suhu udara tinggi
- Mengandung volume darah 800 kali lebih banyak dari
pada volume darah yang terdapat pada pembuluh arteri dan pembuluh vena.
0 Comments