Ancaman Kecerdasan Buatan pada Keberlangsungan Manusia



Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan adalah cabang ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan masalah dengan cara yang lebih manusiawi. Sejak awal munculnya yaitu pada era penemuan alat mulai ditemukan sampai sekarang ini perkembangannya sangat pesat di berbagai bidang mulai dari komputer dan sains, finansila, kesehatan, industry, dan lain-lain. Jika tidak dikontrol dengan baik perkembangan AI akan mengancam peran manusia dalam hakekatnya sebagai pekerja dan pemberi keputusan.

Kecerdasan buatan diciptakan oleh manusia,untuk menggantikan manusia. Jadi kecerdasan buatan dapat menjadi ancaman bagi manusia. Berdasarkan data Kementrian Tenaga Kerja hingga  25 Agustus 2015 terdapat 26.506 karyawan yang terkena PHK di Indonesia. Akibat perlambatan ekonomi di Indonesia mengurangi investor untuk berinvestasi jadi untuk mengantisipasi kerugian perusahaan memberhentikan beberapa karyawan yang pekerjaannya sudah bisa tergantikan oleh mesin.

Sejak tahun 1950 saat Alan Turing  mulai meneliti tentang kecerdasan buatan melaui “Turing Test” hingga saat ini dan seterusnya perkembangan AI akan terus berkembang. "AI akan berkembang dengan sendirinya dalam kisaran yang saya yakin akan terus meningkat. Sementara kita, manusia, terbatas oleh evolusi biologis, nantinya tidak akan mampu bersaing dan akhirnya akan tersingkir," ujar Stephen Hawking di BBC 2015. Dengan kata lain manusia dibatasi oleh usia sementara teknologi tidak, bahkan akan terus memperbarui dirinya.

Berkembangnya teknologi sistem pakar memungkinkan komputer meggantikan pakar atau ahli untuk pengambilan keputusan yang sebanding dengan manusia. Di bidang kesehatan E2glite melayani konsultasi kesehatan, dan yang terbaru adalah teknologi pembaca perasaan yang dikeluarkan Interl bernama RealSense. Dengan begitu kompleksnya tugas mesin/komputer sekarang maka peran serta manusia menjadi lebih sedikit dan terbatas.


Kecerdasan buatan(AI) dalam beberapa hal telah mengancam keberadaan manusia terutama dalam bidang pekerjaan jadi dibutuhkan perlindungan untuk manusia terhadap perkembangan AI agar dapat terkontrol dengan baik jangan sampai cerita science fiction tentang kecerdasan buatan yang membudaki manusia akan terjadi di dunia nyata. 

Post a Comment

0 Comments